Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL)

Saat seorang wanita dinyatakan hamil pasti dia akan langsung sibuk menandai kapan bayinya akan lahir kelak. Hari lahir bayi ini bersifat perkiraan saja dan biasanya bisa maju atau mundur selama satu minggu. Biasanya saat periksa kehamilan, dokter akan memberitahu HPL bayi. Anda pun bisa menghitungnya sendiri dengan rumus yang sederhana berikut.

Untuk menghitung HPL, caranya mudah. Yang perlu anda ingat adalah Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Perlu diingat sebelumnya, bahwa perhitungan dengan cara HPHT ini akan mendekati akurat hanya jika siklus haid anda teratur. Teratur di sini maksudnya ialah siklus haid (jarak haid bulan lalu dan bulan kemudian) adalah dalam selang 28-35 hari. Bagi yang tidak teratur, misalnya siklusnya bisa mundur sampai 2 atau 3 minggu, atau bahkan sampai sebulan pernah tidak haid sama sekali, maka perhitungan ini kurang cocok. Mengapa? Karena perhitungan siklus haid mempengaruhi perhitungan ovulasi, yaitu satu di antara enam hari di masa subur. (Lihat postingan Menghitung Masa Subur Wanita, untuk detailnya). Masa ovulasi adalah masa di mana sel telur dilepaskan, sehingga jika bertemu sel sperma pada saat itu akan terjadi pembuahan.

Nah, setelah mengetahui HPHT, maka rumus penghitungan HPL adalah:

HPL= HPHT + 7hari – 3 bulan

Sebagai contoh, pada saat hamil Syifa dulu, HPHT saya adalah tangga 26 November. Jadi HPL = 26+7= 3 Desember, lalu dikurang 3 bulan = 3 September.

Saat itu ternyata Syifa lahir pada tanggal 31 Agustus. Jadi maju selama 3 hari. Hal ini wajar karena seperti yang sudah dinyatakan di atas, yaitu tergantung masa ovulasi.

O ya, pada gambar di atas ada tool yang memudahkan untuk menghitung HPL. Saya mendapatkannya saat kunjungan ke dokter beberapa saat lalu. Jika anda lihat, di gambar tersebut ada dua macam lingkaran yang menampilkan deretan angka-angka. Pada lingkaran luar, terdapat kalender selama satu tahun, dari 1 Januari sampai 31 Desember. Sedang di lingkaran luar adalah perhitungan minggu-minggu kehamilan, yaitu berupa deretan angka dari 1 hingga 42. Sebelum angka satu tidak diberi angka, berarti nol.

tanda melahirkan menghitung hari – Lingkaran dalam ini bisa diputar. Cara menggunakannya mudah saja. Angka nol sebagai awal permulaan perhitungan digeser sampai pada tanggal HPHT. Kemudian tinggal dilihat saja, pada minggu ke 40 jatuh pada tanggal berapa dan bulan apa. Itulah HPL.

Lalu untuk anga 41 atau 42, ini sebagai perkiraan jika kelahiran mundur dari 40 minggu. Namun maksimal hanya sampai 42 minggu. Jika bayi belum lahir pada masa ini maka dokter biasanya akan langsung melakukan induksi pada si ibu karena bayi memang sudah saatnya lahir.

Related