Gejala Stroke

Kerusakan otak, atau stroke adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan perhatian medis segera. Karena kebanyakan stroke tidak menyebabkan rasa sakit yang parah, pasien sering menunda mencari pengobatan, yang mengakibatkan kerusakan luas pada jaringan otak. Sangat penting bagi kita untuk mengetahui apa saja gejala stroke.

Gejala stroke tergantung pada Sel Pemancar Cahaya Kesehatan jenis dan area otak mana yang terkena. Tanda-tanda stroke iskemik biasanya terjadi secara tiba-tiba, dan tanda-tanda stroke hemoragik biasanya berkembang secara bertahap. Gejalanya meliputi:

* Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan (aphasia)
* Kesulitan berjalan
* Pusing atau pusing (pusing)
* Mati rasa, lemah atau lumpuh, biasanya di satu sisi tubuh,
* Kejang (relatif jarang)
* Sakit kepala parah tanpa sebab yang diketahui
* Tiba-tiba kebingungan
* Penurunan tingkat kesadaran
tiba-tiba * Kehilangan keseimbangan atau koordinasi
tiba-tiba * Masalah penglihatan mendadak (misalnya, penglihatan kabur, kebutaan di satu mata)
* Muntah

Pada serangan iskemik transien (TIA), satu atau lebih gejala muncul secara tiba-tiba, bertahan beberapa menit, dan kemudian menghilang. “Strok mini” ini memerlukan perhatian medis segera untuk mengurangi risiko kerusakan jaringan otak dan menilai risiko stroke.

Langkah-langkah berikut dapat membantu mencegah stroke:

* Jangan merokok.
* Berolahraga secara teratur.
Batasi asupan garam, alkohol, dan lemak jenuh.
* Pertahankan berat badan dalam kisaran yang ideal.
* Gunakan kantung udara, sabuk pengaman, dan kursi keselamatan anak di dalam mobil.
* Kenakan helm pelindung pengobatan jantung tanpa operasi saat berpartisipasi dalam olahraga kontak, menunggang kuda atau bersepeda.

Penderita hipertensi atau diabetes dapat mengurangi risiko stroke dengan memantau kondisinya melalui pengobatan yang tepat dan perubahan gaya hidup yang sesuai (misalnya, olahraga teratur, penurunan berat badan).

Stroke adalah penyebab utama kecacatan di Amerika Serikat. Perawatan medis yang cepat mengurangi risiko komplikasi yang tidak dapat diperbaiki dan cacat permanen. Komplikasi dapat terjadi akibat kaskade iskemik atau berkembang sebagai akibat pasien menjadi tidak bisa bergerak atau tidur.

Komplikasi yang dapat terjadi dalam 72 jam setelah stroke adalah:

* Pembengkakan otak (edema)
* Peningkatan tekanan intrakranial (ICP)
* Perdarahan intraserebral
* Konvulsi

Kelumpuhan pada satu sisi tubuh (hemiparesis) dan masalah bicara dapat terjadi sebagai akibat dari kaskade iskemik. Komplikasi yang mungkin berkembang secara bertahap sebagai akibat imobilitas yang disebabkan oleh stroke adalah:

* Luka baring
* Gumpalan darah
* Fibrosis jaringan ikat mengakibatkan mobilitas menurun
* Malnutrisi
* Radang paru-paru
* Infeksi saluran kemih (ISK, jika diperlukan kateter)

Lebih dari 30% pasien stroke membutuhkan bantuan dengan kehidupan sehari-hari dan sekitar 15% memerlukan perawatan di fasilitas hidup yang dibantu (misalnya, panti jompo, pusat rehabilitasi). Sekitar 20% pasien stroke memerlukan alat bantu jalan (misalnya tebu, alat bantu jalan) dan 33% menderita depresi. Perawatan biasanya melibatkan rehabilitasi stroke. Itulah mengapa sangat penting bahwa kita tahu apa saja gejala stroke untuk menghindari komplikasi yang dapat menyebabkan kematian jika tidak diobati.