Deretan Struktur Teks Eksplanasi Fenomena Alam Dan Penjelasannya

Perhatikan dulu struktur teks eksplanasi terlebih dahulu sebelum membuat explanation text tentang fenomena alam. Dimana untuk memulainya, maka buat dulu pernyataan umumnya. Yaitu, saat ini banyak sekali fenomena alam yang terjadi di sekitar. Misalnya saja, seperti gempa bumi, hujan, petir, tsunami, pelangi, badai, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dll.

struktur teks eksplanasi
in the school

Nah, kali ini akan dikupas tentang angin puting beliung. Puting beliung adalah jenis angin yang perputarannya lebih dari 60 km/ jam. Sehingga, perputarannya membentuks ebuah garis lurus yang meliuk-liu dari atas menuju bawah. Biasanya kejadian ini terjadi sekitar 10 hingga 30 menit. Di Jawa, kejadian ini disebut angin lesus.

Sedangkan di Sumatera, orang-orang menyebutnya sebagai angin bahorok. Bahkan di Amerika, angin seperti ini biasanya bisa berkisar hingga 10 kali jauh lebih besar. Dimana kekuatannya bisa mencapai 6 kali jauh lebih besar. Yaitu, sebesar 300 km/ jam dan ukuran diameternya bisa mencapai 500 meter. Angin seperti ini disebut dengan tornado.

Struktur Teks Eksplanasi Fenomena Alam

Selanjutnya, untuk struktur lainnya membahas tentang penjelasan lebih lanjut. Dimana angin puting beliung ini adalah kejadian alam yang tidak boleh dianggap remeh. Karena dampaknya sangat buruk sekali. Maka dari itulah, setiap orang harus tahu tanda-tanda terjadinya puting beliung untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebagai dampak dari bencana ini.

Beberapa tanda terjadinya angin puting beliung adalah, udaranya menjadi sangat panas. Kemudian, muncul awan berbentuk kembang kol raksasa, tepatnya di langin. Awan ini nanti semakin lama akan membentuk mendung dan bentuknya sama seperti sebelumnya. Hanya saja kali ini ukurannya jauh lebih besar. Untuk hembusannya semakin lama menjadi semakin kencang.

Jika Anda sudah melihat ciri-ciri itu, besar kemungkinan akan terjadi masalah angin puting beliung. Sehingga, Anda harus segera sia-siap dan mencari tempat untuk berlindung. Untuk fase terjadinya angin puting beliung itu sendiri ada prosesnya. Tidak langsung muncul begitu saja. Setidaknya ada 3 fase angin. Yaitu, fase tumbuh, dewasa, dan punah.

Fase Teks Eksplanasi Fenomena Alam

Dalam struktur teks eksplanasi ini terdapat beberapa fase jika membahas tentang fenomena alam. Yaitu, ada fase tumbuh, dewasa, dan punah. Untuk fase tumbuh ini terjadi saat suhu udaranya sedang panas. Sehingga, dalam awal ada arus udara yang bergerak naik ke atas. Udara yang panas membawa uap air dengan jumlah banyak.

Sehingga, hal ini membuat awan secara perlahan berubah menjadi gelap. Selanjutnya, masih ada fase dewasa. Dalam fase ini, maka jumlah titik air awan tidak tertahan lagi. Akibatnya, terjadilah hujan. Hujan inilah yang kemudian menyebabkan gaya gesek diantara arus udara aik dan turun. Sehingga, suhu udaranya menjadi turun.

Akibatnya, suhunya menjadi jauh lebih dingin dari suhu yang ada dibawahnya. Gaya gesek yang berasal dari udara naik dan menjadi turun dengan suhu berbeda. Akibatnya terjadilah perputaran angin yang cukup besar. Dimana perputaran angin tersebut disebut dengan angin puting beliung. Selanjutnya, ada lagi fase punah. Yaitu, melemahnya perputaran angin.

Fase ini terjadi saat suhu udara stabil. Kehadiran angin puting beliung bisa terjadi kapan saja. Biasanya durasinya bisa sampai 7 menit hingga terkuat. Meskipun angin puting beliung tidak berbahaya, namun jika kekuatannya besar tetap saja bisa merusak. Begitulah tahapan struktur teks eksplanasi terakhir yang harus diperhatikan dalam membuat explanation text.